PGMIndonesia

MARS PGMIndonesia

Iklan

Mengapa PGM Indonesia dibutuhkan?

Oleh: Badrudin

Indonesia saat ini bertekad menjadi bangsa yang mandiri, maju, adil, dan makmur, hal tersebut dapat tercapai apabila pembangunan dibidang pendidikan menjadi prioritas dibandingkan dengan program pembangunan dibidang lainnya. Pembangunan nasional dibidang pendidikan membutuhkan sumber daya manusia berkualitas secara memadai.
Peraturan-peraturan ataupun ketentuan-ketentuan dibidang pendidikan saat ini dipandang sudah cukup, hanya saja saat ini kondisinya menantang untuk segera diimplementasikan secara komprehensif dan akurat, tanpa implementasi maka ketentuan-ketentuan tidak akan memiliki arti apapun bagi pembangunan bangsa.

Program pendidikan diarahkan kepada perwujudan masyarakat Indonesia yang beriman kepada Tuhan dan berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kecerdasan intelektual, sosial dan spiritual, memiliki kecakapan hidup, berbudaya dan berkepribadian Indonesia. Dan untuk mencapai hal tersebut kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas harus sungguh-sungguh merata dan dikelola secara efektif, produktif, afisien, akuntabel dan transparan.

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan pendidikan nasional yang berkualitas, antara lain kualitas guru madrasah, fasilitas belajar yang cukup dan sesuai standar, dan relevansi kurikulum.

Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia didirikan salah satu tujuannya adalah untuk menjawab tantangan diatas, yaitu bagaimana menciptakan guru-guru yang berkualitas yang pada akhirnya bangsa ini akan untuk bersaing bangsa lain.

Melalui PGM Indonesia peningkatan kualitasa guru madrasah dapat dilakukan melalui kegiatan seminar pendidikan, pendidikan dan pelatihan bagi guru, diskusi ilmiah, dan sebagainya, yang hasil dari kegiatan tersebut dapat implementasikan dalam proses belajar mengajar dimadrasah.

Selain itu PGM Indonesia dibutuhkan pula dalam rangka membela hak-hak guru madrasah, antara lain meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dengan mendorong kepada pemerintah agar tidak ada lagi diskriminasi pengangkatan PNS bagi guru-guru honorer di madrasah serta teralokasikannya dana insentif bagi guru-guru madrasah didaerah baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota, karena hakikatnya guru madrasah mampu berkontribusi terhadap upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut menunaikan kewajiban sebagai warga negara dengan membayar misalkan, yang sesungguhnya pajak tersebut harus pula dikembalikan kepada rakyat, termasuk guru didalamnya.

Disinilah arti penting didirikannya PGM Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yang dibarengi dengan adanya peningkatan kesejahteraan guru, hingga guru madrasah menjadi lebih bermartabat yang pada akhirnya tujuan pendidikan dapat terwujud.

Maju terus PGM Indonesia……

sukseskan Gerakan Nasional Cinta Madrasah…………

jayalah M A D R A S A H K U . . . . .

Iklan

SELAYANG PANDANG PERKUMPULAN GURU MADRASAH INDONESIA

Oleh: Badrudin

Tujuan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa dan berakhlaq mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kaitan dengan hal tersebut, guru madrasah yang merupakan bagian dari pendidikan nasional mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat dan profesional. Untuk mencapai profesi yang bermartabat guru madrasah perlu membentuk organisasi profesi yang tersebar dari pusat sampai dengan kecamatan-kecamatan.
Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia yang disingkat PGM Indonesia merupakan perubahan nama dari Persatuan Guru Madrasah yang disingkat PGM berdasarkan hasil Musyawarah Nasional II Persatuan Guru Madrasah adalah organisasi profesi bagi guru-guru madrasah yang didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Bagian Kesembilan tentang Organisasi Profesi dan Kode Etik Pasal 41 :

  1. guru dapat membentuk organisasi profesi yang bersifat independen
  2. organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat,
  3. guru wajib menjadi anggota organisasi profesi,
  4. pembentukan organisasi profesi sebagaimana ayat (1) dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan,
  5. pemerintah dan/atau pemerintah daerah dapat memfasilitasi organisasi profesi guru dalam pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi guru.

PGM di bentuk pada tanggal 23 Juli 2008 di Jakarta serta dideklarasikan pada tanggal 24 Juli 2008 di Aula Pandansari, Cibubur Jakarta dengan dihadiri oleh 1.260 guru madrasah yang berasal dari 12 Provinsi dan 26 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

PGM lahir atas prakarsa PGM Jawa Barat, dan PGM Jawa Barat dilahirkan atas inisiatif dari PGM Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, PGMPAI Kota Bogor, PGMRI Kota Depok, PGM Kabupaten Bogor pada saat kondisi guru madrasah tidak sebaik guru-guru yang ada disekolah pada umumnya, hal ini terbukti dengan adanya perlakuan diskriminatif terhadap guru madrasah oleh masyarakat maupun pemerintah, antara lain ketika para guru di sekolah umum mendapatkan THR, tunjangan kesehatan, tunjangan kesejahteraan yang bersumber dari APBD sementara guru madrasah tidak mendapatkan hal tersebut, serta tidak proporsional dan tidak adilnya ketika kuota bantuan terhadap sarana prasarana pendidikan digulirkan.

Agar keberadaan PGM lebih diakui oleh berbagai pihak, maka atas inisiatif DPW PGM Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten diadakanlah Musyawarah Nasional Guru Madrasah pada tanggal 23-24 Juli 2008 di Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta dengan menghasilkan beberapa keputusan antara lain berdirinya Organisasi Profesi Guru Madrasah yaitu PGM, AD dan ART PGM, Ketua Umum DPP PGM yaitu Prof. Dr. H. Abdul Majid, MA (Guru Besar Pengkajian Islam UPI Bandung/Ketua Umum FK-KBIH/Team Assesor BAN PT Depdiknas/Konsultan di Direktur PAIS Dirjen PENDIS Departemen Agama RI).

Masalah lain yang dihadapi oleh guru madrasah adalah kurangnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia/guru madrasah, hal ini pula yang menyebabkan PGM berdiri dan bangkit untuk memperjuangkan kualitas dan kesejahteraan guru madrasah.

Dalam perkembangannya kegiatan PGM telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut, antara lain beraudiensi dengan Bapak Wakil Presiden (Bpk. BJ. Habibie, ketika itu), Komisi III DPR-RI, Komisi VIII DPR-RI, Komisi X DPR-RI, Bapak Menteri Agama, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memang harus diakui bahwa hasil dari upaya tersebut masih belum maksimal.

Dalam perkembangan selanjutnya dibeberapa provinsi terutama di Jawa Barat, kegiatan PGM sungguh sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh guru madrasah sebagai anggotanya. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai kegiatan yang dalam pelaksanaannya bersinergi dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta, antara lain dengan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dewan Pendidikan, Harian Pikiran Rakyat, axioo, dan sebagainya dalam bentuk kegiatan seminar pendidikan, pendidikan dan pelatihan bagi guru madrasah, diskusi ilmiah, bahkan mengupayakan adanya bantuan dari pemerintah dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di madrasah.

Dan, hal yang paling menggembirakan kegiatan PGM di Jawa Barat tidak hanya ditingkat provinsi, tetapi juga ditingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, antara lain dengan mengadakan kegiatan sebagaimana ditingkat provinsi, selain itu adanya insentif untuk guru madrasah yang bersumber dari APBD kabupaten/Kota yang merupakan buah dari upaya PGM Indonrsia.

Sebagai organisasi profesi, PGM Indonesia tentunya memiliki Visi dan Misi. Adapun Visi dan Misi PGM sebagai berikut :

VISI

MEWUJUDKAN GURU MADRASAH YANG BERKUALITAS, SEJAHTERA, DAN BERMARTABAT.

MISI

  1. Meningkatkan Budaya Kerja Guru madrasah yang kreatif, inovatif, produktif, dan bertanggungjawab
  2. Meningkatkan kualitas Pendidikan di Madrasah
  3. Mengoptimalkan pembelajaran secara kompetitif dalam berbagai kegiatan
  4. Membangun kerjasama yang baik dengan pihak terkait baik langsung maupun tidak langsung
  5. Menempatkan diri guru madrasah sebagai uswatun hasanah

Selain Visi dan Misi PGM memiliki tujuan meningkatkan kualitas madrasah secara umum dan peningkatan kualitas sumber daya manusia/guru pada khususnya serta meningkatkan kesejahteraan guru baik lahir maupun bathin. Madrasah dan guru madrasah adalah dua pilar utama yang menjadi ruh berdirinya PERKUMPULAN GURU MADRASAH INDONESIA sekaligus sebagai landasan perjuangannya.

Seperti telah disampaikan diawal, PGM Indonesia merupakan perubahan nama dari PGM sebagai hasil dari MUNAS II PGM yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Desember 2012 di Taman Wiladatika, Cibubur juga telah menghasilkan AD dan ART serta kepengurusan yang baru di bawah pimpinan Bpk. Thaif Abdul Manan sebagai Ketua Umum DPP PGM Indonesia Masa Bakti 2013-2018, dan harapan yang baru.

Sebagai langkah awal kepengurusan yang baru, maka diadakan Pelantikan Pengurus DPP PGM Indonesia Masa Bakti 2013-2018 di Asrama Haji Provinsi Jawa Barat, Kota Bekasi sekaligus Pencangan Gerakan Nasional Cinta Madrasah yang disingkat GENCAR. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Agama (Bpk. Prof. Dr. H. Nanat Fattah Natsir) dan 1.100 guru madrasah. Selain pelantikan dan pencanangan GENCAR, acara dirangkaikan pula dengan diskusi panel dengan narasumber :

  1. Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, SH. (Ketua DKPP RI, alumni madrasah), dan
  2. Prof. Dr. H. Akhmaloka, Ph.D. (Rektor ITB, alumni Madrasah).

Demikian selayang pandang PGM Indonesia…………

sukseskan Gerakan Nasional Cinta Madrasah…………

jayalah M A D R A S A H K U . . . . . . .